Minggu, 23 November 2014

Defenisi Masalah Dalam Penelitian



NAMA      : LAILA FATHIMAH
NIM          :31.11.4.016
SEM/JUR  : VII/PAI-1
MATA KULIAH: METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF

Defenisi Masalah Dalam Penelitian
Menurut Andi Prastowo dalam catatannya http://dunia-penelitian.blogspot.com/2011/10/pengertian-masalah-penelitian.html, ia menuliskan tentang defenisi masalah, yaitu suatu pertanyaan atau pernyataan yang menyatakan tentang situasi yang memerlukan pemecahan melalui penelitian, atau keputusan atau perlu didiskusikan. Secara lebih spesifik, masalah penelitian merupakan pertanyaan yang menanyakan hubungan antar variabel penelitian. Pengertian lain menunjukkan bahwa masalah merupakan kesenjangan antara situasi yang diharapkan dengan situasi yang ada. Dapat juga dikatakan sebagai kesenjangan antara tujuan yang ingin dicapai dengan keterbatasan alat dan sumberdaya yang dimiliki untuk mencapai tujuan tersebut. Masalah juga dapat dikatakan sebagai kesenjangan antara teori dan praktik.
Sedangkan menurut Prof. Dr. Sugiyono dalam bukunya “Metode Penelitian Pendidikan” mengatakan bahwa masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan dengan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksanaan.
Stoner (1982) juga mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila tedapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya pengakuan, dan kompetisi.
Jadi dari pengertian masalah diatas dapat disimpulkan bahwa, masalah adalah suatu keadaan situasi atau kondisi yang mana didalam keadaan ini terdapat kesenjangan atau peyimpangan antara teori dan praktik, antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi, antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan/fakta yang terjadi. Artinya tujuan tersebut tidak sesuai dengan apa yang telah direncanakan, karena adanya masalah tadi. Contohnya, setiap santri/wati baru di pondok pesantren Darul Mukhlisin harus dapat menguasai bahasa arab/inggris selama 3 bulan, namun faktanya santri baru bisa menguasai bahasa selama 1 semester (setengah tahun).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar